| September, 2010 | ||||||
| M | S | S | R | K | J | S |
| 1 | 2 | 3 | 4 | |||
| 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | ||





Pengunjung hari ini : 149
Total pengunjung : 30451
Hits hari ini : 698
Total Hits : 141352
Pengunjung Online: 7
| Jumat, 30 Juli 2010 Kategori: Sabak Raya - Dibaca: 14 kali Sempat Turun, Kini Naik Lagi MENDAHARA ULU - Harga tandan buah sawit segar (TBS) di Kecamatan Mendahara Ulu sepekan terakhir berangsur naik. Sebelumnya harga TBS di Mendahara Ulu hanya berkisar Rp 600 perkilogram, kini naik Rp 300 perkilogram atau menjadi Rp 900 perkilogram. Kata Edi petani sawit di Kecamatan Mendahara Ulu, harga Rp 900 untuk standar buah enam kilogram keatas. Kualitas buah diakui Edi berbeda bila dibandingkan dengan perkebunan sawit yang berada dikawasan pematang. Untuk menghasilkan buah yang baik di lahan gambut, tentu pemupukkan harus lebih maksimal. "Harga kini sudah lumayanlah, walau masih dalam hitungan pas-pasan," ujarnya kepada Radar Tanjab Group, kemarin. Terpisah disampaikan Sadikin warga Sungai Cengkeh Desa Sinar Wajo. Sebut Sadikin, kenaikan harga sawit sedikit membantu beban yang direlung petani dengan kenaikan harga kebutuhan rumah tangga saat ini. "Lumayanlah," ucapnya. Untuk meningkatkan kualitas buah, jelas pupuk harus berimbang. Mengingat kondisi Sungai Cengkeh Desa Sinar Wajo gambut, pemberian pupuk tidak bisa dilakukan sembarangan. "Serba salah berkebun di lahan gambut ini. Ya, pandai-pandai sajalah menganturnya, apalagi sulit mencari pupuk subsidi di daerah kami ini," imbuh Sadiki.(mul) BERITA TERKAIT
Isi Komentar : |