RUBRIK BERITA
Tungkal Ekspres
Sumatra News
Sabak Raya
Sabak Ekspres
Radar Nasional
Radar Jambi
Radar Bisnis
Radar Barat
Pendidikan
Olahraga
Mertulu

POLLING

BERITA POPULER

KOMENTAR

KALENDER
September, 2010
MSSR KJS
   1234
5 67891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

PENGUNJUNG

139439

Pengunjung hari ini : 7
Total pengunjung : 29956
Hits hari ini : 22
Total Hits : 139439
Pengunjung Online: 6


BERITA SOCIETY


Radar Tanjab dan Amazy Buka Bersama Dengan Anak Yatim

(3 Foto)


IKLAN BANNER

Jumat, 30 Juli 2010
Kategori: Mertulu - Dibaca: 11 kali
Bulog Datangkan 1.000 Ton Beras dari Sumsel

Perum Bulog Divisi Regional Jambi mendatangkan 1.000 ton beras dari provinsi tetangga Sumatera Selatan untuk memperkuat cadangan beras menyambut puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriah.

Kabid Pelayanan Publik Perum Bulog Jambi, Damin Hartono Roestam mengatakan, untuk memperkuat cadangan beras menyambut puasa hingga usai Lebaran Idul Fitri mendatang, pihanya berencana mendatangkan beras dari luar daerah sentra produksi beras. "Sumatera Selatan juga salah satu sentra produksi beras di Pulau Sumatera, sehingga untuk memenuhi kebutuhan beras untuk cadangan didatangkan dari daerah tersebut," paparnya.

Ia menyebutkan, gejolak harga di pasaran membuat pengeluaran stok beras juga meningkat, tidak saja untuk rumah tangga sasaran (RTS) beras untuk keluarga miskin (raskin), kini juga disalurkan untuk operasi pasar.

Sepekan berlangsungnya operasi pasar, Bulog sudah menyalurkan atau mengeluarkan hampir 1,5 ton beras cadangan, dan rata-rata tiap bulan penyaluran raskin mencapai 2.000 ton beras.

Cadangan beras itu kian menipis akibat pengeluaran tersebut, sehingga perlu didatangkan dari berbagai daerah, termasuk provinsi tetangga.

Dalam ketentuan, cadangan beras di tiap daerah harus selalu tersedia untuk tiga bulan ke depan, sebagai langkah antisipasi bencana dan lonjakan harga.

Lonjakan harga di pasaran menyebabkan Perum Bulog dan pemerintah setempat menggelar operasi pasar dalam batas waktu yang tidak ditentukan, hingga harga normal.

Kondisi cuaca yang masih tidak menentu, diiringi menyambut puasa dan Idul Fitri, risiko terjadinya bencana dan lonjakan harga sewaktu-waktu bisa menyebabkan pengeluaran beras cadangan dalam jumlah yang besar. "Untuk itu, cadangan beras harus tetap diperkuat, dan upaya mendatangan beras dari berbagai daerah sentra produksi terus dilakukan, "kata Damin Hartono Rostam. (ant)



BERITA TERKAIT0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :

Website :

Komentar :


(Masukkan 6 kode diatas)