| September, 2010 | ||||||
| M | S | S | R | K | J | S |
| 1 | 2 | 3 | 4 | |||
| 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | ||





Pengunjung hari ini : 148
Total pengunjung : 30450
Hits hari ini : 696
Total Hits : 141350
Pengunjung Online: 6
| Kamis, 08 Juli 2010 Kategori: Radar Bisnis - Dibaca: 63 kali Harga Cabe Merah di Pedagang Berfluktuasi KUALATUNGKAL - Komoditas bahan pangan kelompok bumbu dapur/masakan mengalami pergeseran harga yang signifikan dalam minggu-minggu terakhir ini. Bahkan cabe/lada merah sempat "meroket" harganya hingga Rp 60 ribu perkilogram di tingkat pedagang. Namun pada pantauan terbaru Radar Tanjab di Pasar Tanggo Rajo Hilir Kualatungkal, Rabu (07/07) harga cabe tingkat pedagang agen harga yang diperjual-belikan antar pedagang Rp 48.000 perkilogram. Sri (37) pedagang agen di Pasar Tanggo Rajo Hilir Kualatungkal mengaku, memperjualan-belikan cabe antar pedagang dengan harga yang selalu berubah-ubah setiap hari. "Hari ini saya jual kepada kawan yang pedagang eceran Rp 45.000 per kilogram, hari kemarinnya lagi Rp 50.000. Bahkan hingga Rp 60.000 perkilogram pada minggu lalu, tapi memasuki minggu ini harga terus berubah-ubah lagi cendrung turun dari priode jual sebelumnya, "ujarnya. Menurut Sri, kondisi ini meskipun berfluktuasi harga yang cendrung naik-turun, namun permintaan pasar atas ketersediaan barang (cabe merah) tidak melemah. Pedagang agen lainnya Ira (45) menyebutkan, selaku pedagang agen dirinya mengikuti arus fluktuasi harga cabe dalam memperlakukan jual-beli antar pedagang. "Saya jual hari ini cabe Rp 48.000 perkilogram ke pedagang eceran, karena harga yang turun-naik besok belum tentu masih berlaku harga ini. Kemarin bahkan sempat terjual dengan harga Rp 55.000 hingga Rp 60.000 perkilogramnya, tapi baru dua hari terakhir ini memang sudah turun harganya dibawah Rp 50.000, "sebut Ira. Sementara itu, Hj Watiyem (45) pedagang eceran mengaku, menjual cabe kepada konsumen dengan harga Rp 6000 per ons, namun untuk perkilogramnya dijual dengan harga Rp 58.000. "Kalau beli per ons saya jual Rp 6000, karena kebanyakan pembeli suka membeli per mata (ons) sedikit-sedikit. Tapi kalau beli perkilogram bisa dengan harga Rp 58.000, kalau modal belinya mahal dijual mahal. Kalau belinya dengan harga rendah dijual pula dengan harga lebih murah, tapi sekarang harga tidak menentu hari naik besok turun, harga masih naik turun-turun kita mengikuti permainan harga yang berlaku, "ungkap Watiyem dengan nada ekonomis. (ifa) BERITA TERKAIT
Isi Komentar : |