| September, 2010 | ||||||
| M | S | S | R | K | J | S |
| 1 | 2 | 3 | 4 | |||
| 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | ||





Pengunjung hari ini : 2
Total pengunjung : 29951
Hits hari ini : 2
Total Hits : 139419
Pengunjung Online: 6
| Rabu, 21 April 2010 Kategori: Radar Bisnis - Dibaca: 107 kali Usaha Penyediaan Air Bor di Kualatungkal Meredup Tingkat Persaingan Tinggi MUSDALIFAH RACHIM - KUALATUNGKAL BERDASARKAN pengakuan beberapa pemilik sumur bor yang sempat ditemui Radar Tanjab, Selasa (20/04). Salahsatunya Iwan(40) warga Jalan Imam Bonjol Kualatungkal yang mengaku telah 12 tahun menggeluti usaha penyediaan air sumur bor, dan tahun-tahun belakangan ini usahanya makin meredup. Meredupnya usaha ini karena tidak memiliki pelanggan tetap dan sebagai agen penyedia air bor dari delapan mitra kerjanya kini tinggal 2 orang penjual air keliling (gerobak dorong) yang secara tetap mensuplai air bor dari pipa bor yang dimilikinya. "Sekarang ini terus terang usaha saya ini sudah tidak dapat diandalkan lagi, karena mitra kerja saya pemilik gerobak air yang biasa mensuplai air bor di sini dan menjualnya ke rumah-rumah langganannya semakin berkurang, "sebutnya. Dia mengaku, dari 8 orang kini tinggal dua orang lagi gerobak air yang secara tetap mengambil air di sini. "Namun kalau saya tidak ada usaha sampingan, mungkin roboh juga usaha ini. Tapi disamping itu saya membuka jasa pencucian kendaraan bermotor, sehingga masih bisa bertahan, "ujarnya. Taufik (40) warga jalan Andalas Kualatungkal yang memiliki usaha sampingan sebagai penyedia air sumur bor mengaku, hanya melayani kebutuhan warga di sekitar rumah tinggalnya dan tidak melayani pembelian air melalui gerobak dorong, sehingga pelanggannya hanya kalangan rumah tangga. "Saya hanya melayani permintaan penyelangan air dari rumah ke rumah dan tidak menjualnya dengan penjual air keliling. Paling-paling tetangga dekat di sini, kalau musim hujan permintaan tidak ada sama sekali kalau tidak hujan beberapa hari saja omset penjualan air bisa lumayan, tidak tentulah, namun belakangan ini banyak orang di sini memiliki sumur bor sendiri di rumahnya, sehingga ketergantungan kepada kita sebagai agen air sumur bor makin berkurang, "tukasnya. Menurut Taufik, seiring dengan tingginya curah hujan sepanjang tahun bisa pula menjadi penyebabkan kurangnya penggunaan air bor. Karena masyarakat Kualatungkal memiliki ketergantungan tinggi terhadap air hujan. "Penggunaan air hujan belum mampu terkalah oleh air sumur bor, karena air hujan tidak perlu dibeli alias gratis dari langit sehingga penggunaan air sumur bor hanya sebagai alternative saja, kalau tidak hujan kan kita baru pakai air bor, jadi usaha sumur bor tidak boleh menjadi andalan sebagai sumber pendapatan utama, "pungkasnya. (ifa) BERITA TERKAIT Isi Komentar : |